Kepribadian Anda terlihat dari penampilan Anda
Cara Praktis Untuk Memikat Hati Siapapun Yang Anda Inginkan
bbm-csindah

Kepribadian Anda Terlihat Dari Penampilan Anda

Penampilan adalah hal yang penting. Entah itu dalam bidang karir, kehidupan sosial, maupun urusan asmara. Karena Anda akan selalu dinilai dari penampilan Anda. Dari pakaian yang Anda kenakan. Dari busana yang melekat pada diri Anda. Mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. 

Memang kita dididik agar tidak menilai buku dari sampulnya, menilai orang dari penampilan luarnya. Namun, jujur saja itu nasihat yang sangat tidak praktis. Karena, hal itu hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang telah mengenal Anda. Mengenal Anda secara pribadi.

Perlu Anda ketahui bahwa seseorang hanya butuh waktu sepuluh sampai tiga puluh detik saja untuk menilai Anda. Menilai seperti apa diri Anda. Dan begitu penilaian itu tercipta, nyaris tidak mungkin bagi mereka untuk mengubah pikirannya.

Coba renungkan sejenak. Berapa banyak tawaran kerja yang gagal Anda raih. Dan berapa banyak kesempatan untuk mendekati wanita terlewat begitu saja. Hanya karena pribadi Anda divonis berdasarkan penampilan yang kurang menarik?

Salah satu alasan utama banyak pria tampil generik, dangkal dan membosankan adalah karena mereka tidak percaya bahwa mereka layak tampil sebaliknya. Mereka tidak percaya bahwa pria juga memiliki hak yang sama untuk bermain di dunia fashion. Sama seperti seperti wanita. Mereka tidak percaya bahwa pria juga dapat memakai warna-warna cerah.

Mereka tidak percaya bahwa selain jaket, cardigan juga dapat mengesankan citra yang dewasa berkelas ketika dikombinasikan kemeja berdasi. Mereka tidak percaya ini dan itu, mereka takut ini dan itu. Padahal, saat ini konsep dunia tentang pakaian sudah bergeser jauh dari jaman Adam dan Hawa dahulu.

Sekarang, pakaian yang Anda kenakan bukan lagi sekedar alat penutup tubuh Anda. Melainkan untuk menunjukkan kepada mereka siapa diri Anda, dan bagaimana kepribadian Anda.

Jika merasa diri keren, Anda pasti akan bersedia mengekspresikan diri itu dalam bentuk yang lebih visual. Anda tidak akan melulu bersenjatakan kaos, kemeja, dan celana berwarna gelap, seperti yang menjadi kostum standar kebanyakan pria. Bayangkan seperti ini, jika Anda memiliki anak nanti, pasti Anda akan menyiapkan set pakaian yang terbaik untuknya. Anda begitu menyayanginya sehingga tidak mau dia tampil berantakan. Nah, mengapa Anda tidak melakukannya pada diri sendiri dulu mulai sekarang?

Sekali lagi, pria yang mbaka bodoh dengan penampilannya adalah pria yang minder. Mereka tidak merasa dirinya pantas menjadi sorotan mata semua orang. Mereka takut untuk tampil menawan dan bersembunyi dibalik alasan, "Saya lebih suka jadi diri sendiri, dan inilah diri saya yang apa adanya."

Siapa yang suruh Anda menjadi orang lain?

Saya hanya menganjurkan Anda untuk mempertajam kepribadian Anda. Agar terlihat lebih vokal, terang, tajam, dan menyala.

Bisa jadi Anda adalah pribadi yang cuek santai, namun jangan biarkan gambaran karakter itu menjadi penghambat kesuksesan Anda ketika berinteraksi dengan orang lain. Apalagi dalam lingkungan pekerjaan yang profesional dimana Anda diwajibkan untuk tampil profesional. Sama seperti itu, dalam pergaulan sosial, pria berkualitas pasti akan sadar diri untuk memilih penampilan yang berkualitas.

Perhatikan pakaian yang Anda kenakan sehari-hari, itulah gambaran sebenarnya bagaimana cara Anda memandang kualitas diri Anda sendiri. Penampilan yang asal-asalan menunjukkan kepribadian yang asal-asalan.

Silakan Anda jawab sendiri, apakah wanita senang dengan pria berkepribadian seperti itu?

Anda pasti tahu kalau jawabannya adalah TIDAK.

Buang jauh-jauh konsep "be yourself". Karena yang seharusnya Anda miliki adalah be your best self. Yaitu sebuah perjalanan untuk menampilkan citra diri Anda yang terbaik. Itu sebabnya Anda perlu meminta teman wanita menemani Anda berbelanja. Sebab, kalaupun mereka meleset dalam memilihkan item, saya yakin itu mbakih akan jauh lebih bagus daripada pilihan Anda sendiri yang kemungkinan besar berkutat di model yang begitu-begitu saja.

Sadarkah bahwa rasa percaya diri Anda berbanding lurus dengan seberapa jauh Anda merepresentasikan tubuh Anda? Karena apa yang Anda kenakan bukan saja mempengaruhi persepsi orang lain kepada Anda. Namun, juga akan mempengaruhi rasa percaya diri Anda. Kualitas diri Anda. Semakin sedikit energi, waktu dan biaya yang Anda berikan pada tubuh Anda, semakin Anda sulit merasa puas atau bangga terhadap diri sendiri.

Kalau Anda tidak percaya, coba Anda bayangkan ketika Anda sedang mendekati wanita. Anda sedang duduk berdua dengannya. Kemudian disaat Anda mengangkat kaki Anda untuk bersila, terlihat Anda sepatu baru. Bayangkan apa yang Anda rasakan? Dan apa kesan dari wanita yang sedang duduk di dekat Anda?

Lalu, bandingkan ketika Anda mengangkat kaki Anda, terlihat jelas sepatu Anda yang sudah usang?. Kira-kira Anda lebih percaya diri memakai sepatu yang mana?

Ketika Anda berbusana busana dengan menarik, maka Anda dengan sendirinya mengalami peningkatan rasa percaya diri. Ingat, bahwa busana tidak hanya terbatas pada pakaian saja. Tapi, keseluruhan yang kita pakai mulai dari kepala sampai ke ujung kaki. Keindahan penampilan busana fisik Anda kenakan akan memoles keadaan psikis Anda. Karena ketika Anda terlihat menarik, maka Anda akan merasa lebih baik.

Silakan buktikan formula itu dengan memperhatikan sekeliling Anda sekarang juga. Orang-orang yang berpenampilan baik pasti memancarkan aura yang berbeda. Mata mereka seperti bersinar menatap dengan tajam. Langkah kaki mereka terlihat mantap dan penuh tujuan. Mereka duduk, berdiri dan bergerak dengan postur yang lebih berkharisma. Mereka yang tampil demikian nyaris otomatis lebih bersemangat untuk meraih sukses dibandingkan orang lainnya yang cenderung tidak memperhatikan penampilan mereka.

Itu sebabnya ada istilah fashion statement. Karena apa yang Anda kenakan (termbakuk cara mengenakannya) akan menciptakan pesan dan situasi yang berbeda-beda. Wanita juga akan memperlakukan Anda berbeda-beda sesuai dengan gaya penampilan Anda.

KENALI SIAPA DIRI ANDA

Kenali diri Anda sendiri. Luar dan dalam. Maka, Anda dapat dengan mudah memilih jenis pakaian seperti apa yang dibutuhkan. Perhatikan bahwa setiap set fashion wanita dirancang sedemikian rupa untuk menonjolkan estetika sensualitas. Itu karena mereka semenjak usia dini terbiasa untuk berbusana selayaknya wanita feminin.

Jadi, seni mengenali diri dimulai dengan memahami esensi dari seorang pria: yakni mbakkulinitas atau kejantanan. Anda perlu mengaktualisasikan esensi tersebut pada jenis baju, celana, sepatu, dan asesoris lainnya yang menempel pada tubuh. Caranya adalah cek lemari pakaian Anda dan sisihkan seluruh set pakaian yang sekedar berfungsi sebagai alat penutup tubuh, tidak terlihat jantan, atau apapun yang tidak membuat Anda tersenyum bangga ketika melihat refleksi di kaca.

Latihan visualisasi berikut juga dapat membantu: pejamkan mata, bayangkan diri Anda sebagai sosok mbakkulin yang sempurna, dan renungkan jenis penampilan seperti apa yang cocok dipakai oleh pria yang seperti itu. Lalu mulai sekarang penuhi lemari Anda dengan set pakaian dan atribut yang sesuai dengan imajinasi Anda tersebut.

Pengenalan akan diri internal di atas juga perlu dilengkapi dengan pemahaman diri eksternal alias bentuk fisik Anda. Luangkan lebih banyak waktu di depan cermin setiap harinya. Agar Anda bisa mengenali dengan pasti properti tubuh Anda, terutama bentuk dan ukurannya. Semakin sering melakukannya, semakin Anda merasa layak untuk menyayanginya; persis pepatah "tak kenal, maka tak sayang."

Jika Anda tidak sepenuhnya menyayangi tubuh Anda, wajar saja Anda merasa aneh dan canggung ketika dihadapkan dengan ratusan baju yang berjejer. Ditambah lagi ketika sang pramuniaga datang menghampiri Anda.

Penampilan terbaik bukanlah tentang gaya yang sedang populer, rancangan desainer ternama, apalagi harga yang termahal. Penampilan terbaik adalah set item yang sedemikian pas dengan tubuh Anda. Sehingga, seolah-olah ia tercipta secara khusus untuk Anda seorang. Dan jelas untuk bisa menemukannya, Anda perlu dedikasi waktu yang tidak sedikit.

Jujur, pernahkah Anda menghabiskan waktu lebih dari sepuluh menit berada dalam sebuah toko? Jarang sekali, bukan? Nah, tidak heran Anda jarang berhasil menemukan busana yang optimal untuk diri Anda!

Kebanyakan pria tidak menyadari (boro-boro menyukai) properti tubuhnya sendiri, dan mbakih harus diperparah lagi dengan kebiasaan buruk ini ketika berbelanja: sekedar mengangkat baju yang biasanya tergantung pada hanger, dilihat bagian depan dan belakang sambil membayangkan kalau dipakai, lalu ditaruh kembali ke rak. Semua dilakukan dengan sangat cepat, seolah-olah setiap toko membatasi durasi waktu berkeliling melihat seluruh koleksinya dan bahkan menagih biaya jika Anda menggunakan fitting room.

Lalu sebagai tambahan, biasakan juga mengajak teman wanita atau kekasih Anda untuk menemani Anda berbelanja. Perhatikan komentar dan pilihan kostum yang mereka rekomendasi, sekalipun Anda pribadi merasa agak kurang setuju dengannya. Sering kali ketidaknyamanan Anda bukan karena baju tersebut tidak cocok, melainkan hanya karena Anda baru pertama kali membuka diri untuk jenis item yang direkomendasikan.

Perasaan-perasaan seperti "Ah, ini bukan saya banget..." atau "Saya tidak pede pakai barang seperti ini..." akan hilang dengan sendirinya seiring waktu. Jadi, jangan memilih pakaian karena ia terasa nyaman saja, pastikan ia memang benar-benar membuat Anda tampil lebih baik dan lebih percaya diri.

Sebagai pria dewasa, Anda patut menyadari tanggung jawab menata penampilan diri, karena dunia memperlakukan Anda sebagaimana tampilan citra diri Anda pada mereka.